tersipu

sudah satu tahun ternyata tidak berbagi 😀
semua masih saja seperti biasa, istimewa. terdengar pasrah sepertinya, atau mungkin frustasi. tidak keduanya, susah juga mendeskripsikan kalimat tadi..
di tengah hiruk pikuk pergantian tahun malam itu, aku hanya terpaku. malu rasanya meminta, karna sebelum terfikirkan di otak, Kau sudah tau apa yang akan terlintas. dan Kau masih tetap saja membuatku tersipu. aku tahu Kau lebih tahu apa yang aku mau. harapanku juga masih sama, tidak jauh-jauh dari harapan lalu. ahhh, kembali aku seperti biasa, kehabisan kosa kata. Kau memang begitu, selalu membuatku malu. karena meski aku masih mengecewakanmu, Kau tetap tak henti mengirimkan hadiah-hadiah spesial untukku. yang pasti, jangan berhenti untuk membimbingku 🙂

get it!

beberapa waktu yang lalu memang sedang mencari ayat ini, dan tidak ketemu. ternyata baru diingatkan kembali hari ini.
yaaa, beberapa tahun yang lalu begitu akrab mendengar kalimah ini disampaikan, oleh orang yang saya kagumi dan sering kali saya kangeni, karena hubungan kami bukan hanya hubungan biasa (Allahummmaghfirlahu wa’afihi wa’fuanhu) -setidaknya saya berfikir bahwa ada chemistry yang telah terjadi di antara kami, hehehe- #lancang juga perasaan santri anda ini, Yi. 😀
okehhhh, mari kita mulai,,
saya tidak tahu mengapa, berbicara tentang negeri ini selalu memancing sikap skeptimisme tersendiri. saya setuju ketika dikatakan bahkan mungkin jika malaikat diturunkan di Indonesia pun sepertinya akan kewalahan memperbaikinya. ini hanyalah idiom yang menyatakan betapa negeri ini sudah sangat sangat emergensi, tidak hanya beberapa bidang, yang paling krusial justru moral dan karakter bangsa.
ahhh, revolusi sifnifikan dadakan hanya akan membuat napas tersengal, pun tidak mungkin rasanya. yang paling rasional adalah bagaimana kita mulai menata diri. setelah diri tertata, bagaimana kita membantu sesama. itulah esensi kesemuanya!! dan jika kita mau menata diri dan berpikir bagaimana untuk terus memberi, tidak menutup kemungkinan Tuhan -yang dengan mudahnya- juga akan menurunkan kuasaNya untuk mengubah negeri ini. tidak percaya?? mari mencoba bersama!!!!
-in tanshuruullahu, yanshurukum-

just realized

dan baru menyadari bahwa sepertinya jejakmu memang smakin tak teridentifikasi..
trima kasih untuk setiap pemikiran yang terbagi.. 😀
#numpang random ya teman2 🙂

selimut spesial

aku suka mendengar, mendengar segala hal yang dikatakan. yaaa, sepertinya aku lebih cocok menjadi pendengar ketimbang pembicara, atau aku harus punya 2 mulut dulu supaya bisa menjadi orator sebagaimana aku suka menjadi pendengar? entahlah,, setidaknya aku suka mendengar dan merekam beberapa hal yang dikatakan, siapapun dia..
aku mendengar berbagai cerita, terutama tentang satu hal, yang seakan terkesan kuacuhkan. atau terserah apa kalian bilang tentang pandanganku pada hal ini. yang jelas, aku merekam setiap yang orang katakan tentang hal ini. aku mendengar, merekam dan menerawang..
aku pikir ke “pseudo” cuekanku ini karena selama ini aku masih saja senang dan nyaman berada di bawah naungan selimut indah ini. aku sering merasa bahwa selimutku adalah selimut terindah dan terhangat di dunia (terima kasih banyak, Tuhan). kalaupun seandainya ada selimut lain yang lebih indah, bagiku tetap saja selimutku selimut tersepesial di dunia. hehehehe -meski terkesan memaksa, tapi memang seperti itu kenyataannya, hehehe-
meski tak jarang aku merasa kasihan pada selimutku, yang meski tak pernah lelah melindungi, aku merasa sudah saatnya selimut spesialku dicuci bersih, disimpan di lemari spesial, sambil sesekali mengintipku terlindungi dengan baik oleh selimut kirimanNya yang tak kalah nyamannya…
tapiiiii, entah mengapa aku takut untuk melirik selimut lain, bahkan pergi ke toko selimut pun aku masih tak mempunyai keberanian yang cukup. aku terlalu takut salah memilih selimut (kenapa rasanya ambigu banget kata2 ini, hahaha). kecemasanku tentang hal ini sebenarnya sering muncul, namun entah mengapa kadang aku merasa rasa cemas ini juga anugerah Nya. bukankah aneh jika hidup ini hanya lurus-lurus saja, hahaha. kadang, belokan dan tanjakan akan semakin mempermanis sirkuit kehidupan bukan?
sebenarnya kecemasan ini dapat hilang ketika hati tlah berkata bahwa Tuhan dengan segenap kejutan-kejutan tak terprediksiNya telah menyiapkan kejutan yang akan sangat mengejutkan di hari penuh kejutan. Tuhan, aku percaya padaMu karna skenarioMu selalu membuat amigdala ku tak dapat merangkai satu kata pun. terima kasih banyak, Tuhan..
#dan terimakasih sangat untuk selimut spesialku yang dapat berubah menjadi bantal, guling, boneka lucu, atau apapun yang aku inginkan# 😀

agen luar biasa

secara matematis, memberi adalah saat kita mempunyai. namun tidak pada pendekatanNya. memberi bukanlah tentang ada apa tidak ada yang kita berikan. memberi adalah suatu pilihan. menjadi agen bagi yang lain adalah suatu kehormatan, dan kehormatan ini tentu saja tidak cuma-cuma disematkan..
dan berinfaklah, baik ketika sempit maupun lapang. infak pun tak melulu sekedar materi. terlebih bagi kami (tanpa mengesampingkan tugas-tugas mulia lainnya), para manusia yang diberi kesempatan lebih olehNya untuk memberi. memberikan ilmu yang tak henti-hentinya kita lahap bertahun-tahun, memberikan secarik kertas yang dapat ditebus dengan sesuatu yang dapat menyembuhkan, bahkan memberikan berbutir-butir obat bagi mereka yang kurang beruntung..
memberi ketika kita berlebih adalah suatu kewajiban, namun memberi disaat kita sendiri dalam posisi terjepit adalah luar biasa yang hanya mereka-mereka yang luar biasa yang bisa melakukannya. dan semoga kami semua adalah sebagian dari para orang luar biasa..
_wayunfiquuna fish sarro’i wa dhorro’i_

filosofi bundar

aku suka sepak bola. bukan karena aku pandai menggiring bola kesana kemari. bukan karena aku naksir wajah Messi. atau bukan juga dulu ingin jadi Ronaldowati. hehehehehe
aku suka sepak bola, karena meski saat liga kita berwarna-warni, atas nama garuda kita hanya satu, merah membara..
aku suka sepak bola, karena permainan tua ini membuat kita sedikit lupa akan harga yang semakin melesat, akan makan yang makin sulit didapat..
aku suka sepak bola, karenanya tak peduli siapa dan bagaimana status kita, semua merasa sama-sama memiliki, hingga doa dan teriakan dipanjatkan bergantian..
aku suka sepak bola, karena dari sini kita akan menyadari bahwa kita adalah satu, Indonesia..
#smoga kekuatan ini tak hanya tercipta di euphoria sepak bola, karna dengan kekuatan raksasa ini Indonesia bisa menjadi apa saja yang kita cita. aminnnn.

sa-h(a/e)bat

dalam diam kita berbincang, kata tak selamanya keluar dari lisan, kekecewaan yang lain adalah kesedihan satu, kebahagiaan yang satu adalah harapan yang lain..
persahabatan bukanlah sesuatu yang dapat dipaksakan,,
persahabatan tak melulu tentang permintaan, tak mengenal perhitungan,,
karna persahabatan adalah serabut kecil yang akan berkembang menjadi akar tunggang persaudaraan,,
diamku adalah perhatianku, acuhku adalah pengawasanku,,
perbedaan hanyalah kerikil ditengah luasnya ilalang indah,,
aku sunyi bukan berarti aku sendiri, sebab doaku untukmu telah kutitipkan pada setiap udara yang kau hirup..

*teruntuk sahabat-sahabat kita yang meski kudeskripsikan, masih saja ada yang tertinggal..

Previous Older Entries